Jumat, 14 Maret 2014

Pacitan

Sisinya digurat Batara Baruna, dalam ukiran teluk
tegak menjulang menantang bayu dengan gugusan bukit
ada nafas-nafas kecil diantara otot kekar
dan legam kulit meretas gamping
semaian dari buah yang tak bikin kenyang
namun syukur kami utuh,
asa kami tak runtuh.

Biar jauh pada manja
biar peluh beribu rasa
akan aku kabarkan pada kalianbahwa kami sarat pesona
dan Tuhan,
benar-benar merahasiakan kami di balik jurang-jurang
yang teramat curam
Akulah keindahan.


Kami punya laskar berjala
nyali tak ringsut menantang samudera
apa itu takut?
apa itu pengecut?
semaianku tak pandang masa
sejak bang-bang wetan
hingga senja merenda
sari-sari ikanku menyelinap di tulang-tulangmu.

Kami penguji kulit-kulit legam
bersenjata arit bersambung paculsabung keringat dengan tanah bertela-tela
sabar dalam kemarau
legawa kala disapu muntahan Grindulu.

Kami,
Pacitan
pesona tak tampak
sekali bersua buat mata tersentak
karena Tuhan,
benar-benar merahasiakan kami di balik bukit-bukit
yang teramat melangit
dan, akulah keindahan.

E.A.T. 140314

Related Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Unduh Ilmu